Sex cam sites that accept amex - Www perkasa nya ayah aku sedap kontol ayah besar

Sembari nunggu ya apa lagi yang bisa dikerjakan selain ngerumpi.Karena aku bukan ibu-ibu, sering aku males ikutan ngerumpi dengan para ibu-ibu itu, karena yang dirumpiin adalah gosip tentang artis, ato ngomongin ibu-ibu yang laen, yang kebetulan gak nganter.

Pahaku juga langsing proporisonal lah dengan tinggi badanku yang rata-rata. “Pak, keras banget, gede lagi”, kataku sambil jongkok didepannya, melepas cdnya dan menciumi kontolnya dan menghisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya. Kepalaku mengangguk-angguk mengeluar masukkan kontolnya di mulutku.

“Aah Din, kamu pinter banget bikin aku nikmat”, erangnya. Aku makin terangsang ketika mengemut kontol besarnya. Bajunya dilepaskannya sehingga dia telanjang bulet, sedang aku masih memakai cd miniku yang tipis nerawang. “Dua-duanya pak, Dina dientot dong pak, udah kepengin banget nih”, kataku to the point.

“Dia kan kerja didalem, kita kan ngobrolnya diluar”. “Enggak, biar gak ganggu acara kita”, dia tersenyum. “Gak ada apa-apa kok, cuma mo ngobrol bebas aja, Kamu tu seksi sekali deh Din”. Memang sih, aku kalo jemput tu anak suka pake blus dan jins yang ketat sehingga bentuk bodiku tercetak dengan jelas. “Din, montok banget deh kamu”, katanya sembari melepas kaitan braku. Pentilku yang imut dielus-elusnya dengan telunjuknya. Dia mendekatkan mukanya ke pentilku dan mulai menjilatinya, tangan satu langsung meremas toketku satunya. Ketika jinsku terlepas, dia melotot lagi melihat jembutku yang menyeruak dari samping kanan kiri dan bagian atas cd miniku yang tipis. Prempuan yang kumisan pasti jembutnya lebat, dan napsunya gede banget”. “Dari tadi pak, abis tangan bapak nakal sih”, jawabku manja. Jarinya kembali menelusuri toketku, dielus-elusnya dengan lembut. Pentilku dikilik-kiliknya dengan jarinya sehingga tambah mengeras. Dia langsung saja meremes-remes toketku dengan penuh napsu. Dia kembali menciumi leherku sementara kedua toketku terus saja diremes-remes, sehingga napsuku makin berkobar. Kuusap-usap, terasa sekali kontolnya sudah ngaceng berat, keras sekali. Dia berdiri sehingga celana panjangnya meluncur ke lantai.

Dari sononya, dadaku dihiasi dengan sepasang toket yang montok dan kenceng, pinggangku ramping dan pantatku membulat, sehingga kalo aku jalan, pantatku ngegeyol mengikuti irama langkahku. “Aaaah pak..,” kembali aku melenguh karena ulahnya. “Pentil kamu dah ngaceng tuh Din”, dia langsung mengemut pentilku dan disedot-sedotnya, sementara tangannya mulai mengelus-elus puserku yang terbuka karena jinsku yang model hipster. Kontolnya yang besar itu nongol dari bagian atas CD nya yang mini, hampir menyentuh pusernya saking panjangnya. Dia terus meremas-remas toketku sementara aku mengocok kontolnya. Kontolnya kujilati seluruhnya kemudian kumasukkan ke mulutku, kukulum dan kuisep-isep.

Karena dia mendesakku terus, akhirnya aku iyakan ajakannya. ” “Pembantu kan gak tiap hari datengnya, 2 hari sekali, kerjanya cuma mbersihin rumah dan setrika pakean. Untuk makan aku siapin sendiri, seringnya kan aku makan diluar”. Tangannya segera menyamber toketku, dielusnya pelan dari luar blusku. Aku mengangkat kedua tanganku ke atas juga untuk mempermudah dia melepaskan blusku. Karena ngepas badan memang tidak mudah melepas jinsku.

Comments